Sari tersenyum kecil. “Iya. Ini buku favoritku. Kamu suka puisi?”

Awal yang Tak Terduga (An Unexpected Beginning)

Dalam perjalanan, hujan semakin deras. Mereka berdua berbagi payung kecil yang hampir tidak cukup untuk satu orang. Tanpa sadar, bahu mereka bersentuhan. Suasana terasa hangat meskipun udara dingin.

“Aku juga, Reza,” jawabnya pelan. “Mungkin sejak kamu pertama kali bertanya soal buku puisiku.”

Aku mulai suka sama kamu. Dan itu adalah awal dari sesuatu yang indah.

Di meja sebelah, duduk seorang perempuan bernama Sari. Dia baru pindah dari Jakarta dan sedang membaca buku puisi lama. Sesekali, dia melirik ke arah Reza yang tampak serius dengan pekerjaannya.

Mereka berdua tersenyum. Hujan masih turun, tapi di hati mereka, semuanya terasa cerah. Kadang, rasa suka tumbuh bukan dari hal besar, tapi dari kebersamaan sederhana—dari tawa kecil, dari payung yang dibagi, dari pertanyaan ringan yang diucapkan dengan tulus.

“Kamu suka buku puisi juga?” tanya Reza suatu sore.

“Aku antar kamu pulang,” kata Reza sambil membuka payung besar miliknya.

Reza menggeleng pelan, lalu tertawa. “Jujur, aku lebih suka gambar. Tapi sejak melihat kamu membaca dengan ekspresi serius itu… aku jadi penasaran.”

“Sari… aku tahu ini terdengar aneh. Tapi… aku mulai suka sama kamu. Aap mujhe achche lagne lage.”

Sari terdiam. Bukan karena terkejut, tapi karena dia juga merasakan hal yang sama sejak beberapa minggu terakhir.

Mereka pun mulai sering berbincang. Reza suka cara Sari menjelaskan makna puisi dengan lembut. Sari suka bagaimana Reza mendengarkan dengan penuh perhatian, meskipun dia bukan penggemar puisi.

Hari berganti minggu. Tanpa sengaja, mereka sering bertemu di kafe yang sama. Reza yang biasanya pendiam akhirnya memberanikan diri menyapa.

हेही वाचा

Aap Mujhe Achche Lagne Lage Bahasa Indonesia Here

Sari tersenyum kecil. “Iya. Ini buku favoritku. Kamu suka puisi?”

Awal yang Tak Terduga (An Unexpected Beginning)

Dalam perjalanan, hujan semakin deras. Mereka berdua berbagi payung kecil yang hampir tidak cukup untuk satu orang. Tanpa sadar, bahu mereka bersentuhan. Suasana terasa hangat meskipun udara dingin.

“Aku juga, Reza,” jawabnya pelan. “Mungkin sejak kamu pertama kali bertanya soal buku puisiku.” aap mujhe achche lagne lage bahasa indonesia

Aku mulai suka sama kamu. Dan itu adalah awal dari sesuatu yang indah.

Di meja sebelah, duduk seorang perempuan bernama Sari. Dia baru pindah dari Jakarta dan sedang membaca buku puisi lama. Sesekali, dia melirik ke arah Reza yang tampak serius dengan pekerjaannya.

Mereka berdua tersenyum. Hujan masih turun, tapi di hati mereka, semuanya terasa cerah. Kadang, rasa suka tumbuh bukan dari hal besar, tapi dari kebersamaan sederhana—dari tawa kecil, dari payung yang dibagi, dari pertanyaan ringan yang diucapkan dengan tulus. Sari tersenyum kecil

“Kamu suka buku puisi juga?” tanya Reza suatu sore.

“Aku antar kamu pulang,” kata Reza sambil membuka payung besar miliknya.

Reza menggeleng pelan, lalu tertawa. “Jujur, aku lebih suka gambar. Tapi sejak melihat kamu membaca dengan ekspresi serius itu… aku jadi penasaran.” Kamu suka puisi

“Sari… aku tahu ini terdengar aneh. Tapi… aku mulai suka sama kamu. Aap mujhe achche lagne lage.”

Sari terdiam. Bukan karena terkejut, tapi karena dia juga merasakan hal yang sama sejak beberapa minggu terakhir.

Mereka pun mulai sering berbincang. Reza suka cara Sari menjelaskan makna puisi dengan lembut. Sari suka bagaimana Reza mendengarkan dengan penuh perhatian, meskipun dia bukan penggemar puisi.

Hari berganti minggu. Tanpa sengaja, mereka sering bertemu di kafe yang sama. Reza yang biasanya pendiam akhirnya memberanikan diri menyapa.

संबंधित लेख

marathi News App: तुम्हालाही तुमच्या अवतीभवती होत असलेल्या बदलांमध्ये सहभागी व्हायचं आहे? सिटिझन रिपोर्टर अॅप डाउनलोड करा आणि रिपोर्ट्स पाठवा.ताज्या बातम्यांसह अपडेट राहण्यासाठी लाइक करा Maharashtra Times फेसबुकपेज