Naskah Drama Malin Kundang 4 Orang Apr 2026

(Berteriak) Kapten! Bawa wanita tua ini turun dari kapal!

(Berdoa dengan suara parau) Ya Allah... jika dia benar anakku, maafkan dia. Tapi jika dia tega pada ibunya... tunjukkan keadilan-Mu.

Ibu akan berdoa setiap hari. Pulanglah, Nak. Jangan lupakan Ibu.

Pesan moral dari cerita ini: Hormatilah ibu dan ayahmu, jangan lupakan asal-usulmu, dan jangan biarkan kesombongan menghancurkan hati orang yang melahirmu. naskah drama malin kundang 4 orang

(Berteriak ketakutan) Malin! Apa yang terjadi? Tolong!

(Membuka pelukan) Malin janji, Bu. Apapun yang terjadi, Malin tidak akan pernah melupakan Ibu.

Malin tidak takut, Bu. Malin hanya takut melihat Ibu menderita. Doakan Malin, ya Bu. (Berteriak) Kapten

(Berteriak lirih) Malin? Malin Kundang? Itu kau, Nak? Ibu... Ibu tidak salah lihat?

(Menangis histeris) Ibu! Ibu! Maafkan Malin! Malin salah! TOLONG... IBU...

(Berbisik pada Malin) Siapa wanita tua kumal itu? Jangan bilang dia ibumu. Cepat usir, Malin. Aku malu. Babak 3: Penolakan yang Keji (Mande Rubayah sudah berada di depan Malin. Ia mengulurkan tangan keriputnya.) jika dia benar anakku, maafkan dia

(Tertawa sinis) Kutuk? Aku tidak percaya takhayul. Pergilah sebelum kau celaka. Babak 4: Kutukan yang Menjadi Nyata (Layar kapal dinaikkan. Kapal mulai berlayar meninggalkan pelabuhan. Namun tiba-tiba langit menjadi gelap. Petir menyambar. Ombak besar datang dari segala arah.)

Malin Kundang berubah menjadi batu. Siti selamat tetapi hidup dalam kesengsaraan. Mande Rubayah pulang ke gubuknya, patah hati hingga akhir hayatnya.